Senin, 08 Juli 2013
PISIKOLOGI KHAYALAN
Ada psikologi harapan, ada psikologi khayalan. Yang pertama disiapkan agar manusia kuat menyambut hari depan. Yang kedua adalah jalan menuju harapan menyamnbut hari. Tanpa harapan, sungguh membahayakan, karena hidup hanya berisi keputusasaan. Tapi menyambut hari depan dengan khayalan adalah selemah-lemahnya jalan.
Sahabat saya, seorang kyai santun, belakangan ini sulit dihubungi karena ponselnya mati. Ketika bertemu dengannya, saya tanyakan hal ini. Saya sudah menduga dia akan memberikan jawaban standart, yaitu sibuk mengurus umat. Tapi saya agak kaget ketika jawabannya diluar dugaan saya, ia terpaksa ganti nomor karena banyak ditelefon oleh teman-teman dekatnya untuk meminta nomor judi buntut yang akan keluar. “Saya takut kepada Tuhan”, kata kyai itu.
Saya kaget untuk 3 hal. Pertama, nomor buntut ternyata masih ada. Upaya pemberantasannya sia-sia.
Kedua, fakta begitu rendahnya cara kita menyusun harapan, karena isinya lebih banyak disusun dengan khayalan.
Kaya dari buntut hampir tidak pernah ada, tapi kehadiran nomor buntut selalu dipercaya.
Dua jenis kaget itu mestinya tak bikin kaget, karena perjudian memang naluri yang amat tua. Ia tak bisa diberangus dengan tindakan kebetulan saja, kebetulan pejabatnya tidak suka perjudian.
Kebetulan itu pendek umurnya.
Tapi kaget ketiga yang lebih serius. Teman-teman dekat yang menelefon itulah. Kalau ia orang awam tak masalah, apalagi yang ditanyakan nomor buntut. Begitu luar biasa pengaruh nomor buntut, sampai-sampai sekumpulan teman dekat tega membengkokkan jalan seorang kyai. Sungguh tidak terkira keberuntungan sebuah kawasan yang tinggal didalamnya seorang saja orang yang saleh, yang selalu bangun malam untuk berdoa, menangis dalam kesendirian, memohon ampunan, bukan hanya untuk mereka sendiri tapi untuk umat.
Selama masih ada orang-orang seperti inilah azab masih ditunda, karena tangis orang-orang saleh, Tuhan tidak tega menjatuhkan bala bencana. Lalu apa jadinya jika orang yang sudah bersusahpayah tegak dijalan Tuhan itu kita bengkokkan hanya karena kegemaran terhadap judi buntut. Itu setara dengan negara yang jatuh miskin karena kita korupsi sendiri. (am)
untuk rekaman silahkan download
DOWNLOAD SIKOLOGI KHAYALAN
Sahabat saya, seorang kyai santun, belakangan ini sulit dihubungi karena ponselnya mati. Ketika bertemu dengannya, saya tanyakan hal ini. Saya sudah menduga dia akan memberikan jawaban standart, yaitu sibuk mengurus umat. Tapi saya agak kaget ketika jawabannya diluar dugaan saya, ia terpaksa ganti nomor karena banyak ditelefon oleh teman-teman dekatnya untuk meminta nomor judi buntut yang akan keluar. “Saya takut kepada Tuhan”, kata kyai itu.
Saya kaget untuk 3 hal. Pertama, nomor buntut ternyata masih ada. Upaya pemberantasannya sia-sia.
Kedua, fakta begitu rendahnya cara kita menyusun harapan, karena isinya lebih banyak disusun dengan khayalan.
Kaya dari buntut hampir tidak pernah ada, tapi kehadiran nomor buntut selalu dipercaya.
Dua jenis kaget itu mestinya tak bikin kaget, karena perjudian memang naluri yang amat tua. Ia tak bisa diberangus dengan tindakan kebetulan saja, kebetulan pejabatnya tidak suka perjudian.
Kebetulan itu pendek umurnya.
Tapi kaget ketiga yang lebih serius. Teman-teman dekat yang menelefon itulah. Kalau ia orang awam tak masalah, apalagi yang ditanyakan nomor buntut. Begitu luar biasa pengaruh nomor buntut, sampai-sampai sekumpulan teman dekat tega membengkokkan jalan seorang kyai. Sungguh tidak terkira keberuntungan sebuah kawasan yang tinggal didalamnya seorang saja orang yang saleh, yang selalu bangun malam untuk berdoa, menangis dalam kesendirian, memohon ampunan, bukan hanya untuk mereka sendiri tapi untuk umat.
Selama masih ada orang-orang seperti inilah azab masih ditunda, karena tangis orang-orang saleh, Tuhan tidak tega menjatuhkan bala bencana. Lalu apa jadinya jika orang yang sudah bersusahpayah tegak dijalan Tuhan itu kita bengkokkan hanya karena kegemaran terhadap judi buntut. Itu setara dengan negara yang jatuh miskin karena kita korupsi sendiri. (am)
untuk rekaman silahkan download
DOWNLOAD SIKOLOGI KHAYALAN
- Label: RELEKSI-DOWNLOAD MP3
- (0) Comments
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar