Senin, 21 Juli 2014

SIAP KAGET

SIAP KAGET






Sumber : smartfm
Penyiar  : yesie safitri

Durasi : 1 jam ( 22mb )

Format : mp3


DIOWNLOAD



TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA


Senin, 07 Juli 2014

BELAJAR RILEKS

Jumat, 27 Juni 2014

sudah jelas siapa persiden baru itu



Silahkan download link di bawah


sudah jelas siapa persiden baru itu.mp3

Nara sumber : Prie GS
Penyiar           : Yesi Safitrie

Sumber            : smart fm




TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGN ANDA



seponsor

CENDUT COSMETIK

Tempat Belanja cosmetik & beauty epuipment online terpercaya


Jumat, 20 Juni 2014

TALAK TELEVISI


Talak Televisi
Prie GS

KOMPLEKS kemanusiaan kini adalah keberjangkitan wabah ‘’serbaterlalu’’. Dari terlalu banyak duduk, terlalu banyak makan gorengan, terlalu banyak main game dan internet sampai terlalu banyak menonton televisi.
Menderita salah satu jenis terlalu saja sudah berbahaya, misalnya terlalu banyak makan gorengan, apalagi jika seseorang, atau malah kita, menderita terlalu hampir semuanya. Sudah terlalu banyak duduk tambah terlalu banyak main game ditambah main internet dan nonton TV, masih ditambah sambil terlalu banyak makan gorengan. Bagaimana itu mungkinkah? Sangat mungkin karena berbagai jenis ‘’terlalu’’ itu seperti didesain untuk saling melengkapi dan berada di satu tarikan garis. Ia seperti nasi dan lauk-pauknya.
Ia seperti sayur rames yang boleh memasukkan apa saja menjadi satu adonan. Bayangkanlah rasanya nonton film kesukaan, di gedung bioskop mewah, sambil makan popcorn, bersama orang tercinta, berangkat diantar, pulang dijemput dengan mobil mahal, sudah begitu tiketnya pun dbelikan teman, eh pulang masih dibelikan oleh-oleh pula. Kisah itu seperti rangkaian kebetulan belaka dan sulit terjadi di kenyataan.
Jangan salah: peristiwa yang sama persis memang sulit terjadi, tetapi peristiwa dengan prinsip serupa telah terjadi hampir setiap hari. Hidup Anda dan saya kini, diancam tidak dengan perang dan kelaparan, tetapi diancam oleh berbagai hiburan dan keasyikan yang hebatnya bisa diletakkan di sebuah garis lurus tempat Anda bisa mendapatkan semuanya sekaligus hanya dalam satu tarikan. Baru soal televisi saja ia bisa menarik Anda terlalu dalam jika dituruti.
Untuk menonton satu stasiun yang bersiaran 24 jam saja kita telah kehabisan waktu. Apalagi jika harus menonton ratusan hingga ribuan channel. Kini, bukan cuma induk televisi yang bisa memecah diri, tapi sebuah mata acara juga mulai membelah diri dan menjadi TV sendiri. TV khusus musik saya telah terpecah: ada siaran musik khusus video clip, ada khusus live concert. Dan ini pasti baru awal.
Nanti pasti akan ada siaran khusus konser musik kulit putih saja, atau kulit hitam saja, atau pop saja, jazz saja, rock saja, atau kombinasi itu semua: khusus pop, kulit hitam, live, dan jumlah personelnya harus empat dan semua rambutnya harus keriting, misalnya. Akan lahir aneka kombinasi tak terbatas dan setiap kombinasi baru akan mendapat saluran siarannya sendiri. Sungguh, hanya untuk bisa menonton acara TV saja seluruh umur tak mencukupi dan kita butuh hidup berkali-kali.
Padahal tawaran keasyikan itu tak cuma televisi, bahkan cukup dengan smartphone Anda yang makin hari makin ‘’smart’’ itu bisa menenggelamkan Anda dengan keasyikannya yang terus-menerus diperbarui. Candu keasyikan itulah ancaman yang sedang kita hadapi. Asyik untuk akhirnya lupa, bahwa hidup mestinya bisa lebih punya arti. Jadi, kita sedang digiring untuk menuju zona tanpa arti. (62)

Suaramerdeka.com


DOWNLOAD TALAK TELEVISI.MP3 ( 3mb )_refleksi



DOWNLOAD TALAK TELEVISI.OGG_talk show ( 55 mb )



Suber , smartfm
Penyiar , yesie safitri




Terimakasih atas kujungan anda


Sponsor



CENDUT COSMETIK
    COSMETIK & BEAUTY EQUIPMENT
    http://cendutcosmetik.blogspot.com





Jumat, 13 Juni 2014

TERPILAH, TERBELAH, TERPILIH


PERTARUNGAN dua capres Jokowi-Prabowo sungguh dilatarbelakangi mozaik politik yang penuh gegar. Ada gegar koalisi. Perubahan dari kawan menjadi lawan, dari lawan menjadi kawan berlangsung penuh kejutan dan dalam tempo tinggi. Hasilnya, peta siapa kawan siapa lawan berlangsung serupa gurauan. Kemarin sibuk saling memuji karena berencana berkoalisi, hari ini sudah saling mengkritik karena secepat itu pula pecah kongsi.
Di ranah pemilih juga berlangsung gegar orientasi. Di luar pemilih yang sudah jelas dukungannya kepada masing-masing calon, terdapat massa tengah yang belum mantap pilihan dan terpaksa mengalami kebingungan. Saya tak tahu berapa jumlah massa tengah ini tetapi salah satunya adalah saya. Asal kebingungan ini berasal dari banyak faktor.
Di antaranya ialah faktor titik tengah itu tadi. Kerepotan titik tengah ialah karena siapa saja presidennya dianggap baik-baik saja. Tapi inilah kesulitannya karena pada akhirnya kelompok ini harus tetap memilih. Sungguh mudah bagi pihak yang sudah memiliki pilihan. Saya kadang iri juga pada para suporter kedua calon. Walaupun kedua kubu ini sering saling memaki, tetapi telah jelas peta pilihan mereka. Sedang segmen massa yang saya huni ini, jangankan memilih, bahkan memaki pun saya bingung.
Siapa yang paling layak dimaki menurut saya tidak ada. Jadi dua jenis makian yang berseliweran di jejaring sosial itu tak membuat saya tergerak untuk lebih memaki yang mana. Dikritisi mungkin, tetapi untuk sampai dimaki, saya tak tega. Hasilnya kebingungan saya malah makin sempurna.
Untuk itu, ketimbang bingung sendirian saya merasa butuh teman. Maka pada hari-hari ini, setiap orang yang saya temui saya tanyai: Jokowi atau Prabowo. Kalau jawab mereka tegas, Jokowi atau Prabowo, tak akan lagi saya tanya. Sudah jelas peta mereka. Tetapi kejelasan mereka itu malah menambah kebingungan saya. Karena ada jawaban yang ketegasannya sama tapi pilihannya berbeda dan berasal dari dua pihak yang rasa hormat saya kepada keduanya setara: keduanya sama-sama kiai, sama-sama saya hormati tetapi yang satu memilih Jokowi, yang satu Prabowo.
Perbedaan pilihan tokoh juga terjadi di tingkat suami dan istri, orang tua dan anak. Artinya, semakin banyak bertanya, malah semakin bertemu fakta-fakta yang menambah kebingungan saya belaka. Akhirnya, kompleksitas itu harus saya akhiri dengan cara sederhana yakni, bahwa kontribusi politik terbaik saya tidak terletak pada siapa yang saya pilih, tetapi bahwa walaupun bingung, saya tetap memilih. Tak peduli jago saya nanti kalah atau menang, pihak yang nanti terpilih, pasti karena Tuhan mengizinkan. Dan kalau Tuhan saja sudah mengizinkan, saya jelas akan dengan senang hati menyerah kepada siapa saja yang tengah terpilih sebagai imam. (62)

Sumber , suaramerdeka



DOWNLOAD TERPILAH,TERBELAH,TERPILIH.MP3 ( 1 jam )

Simber , SartFM
Penyiar , Yesie safitri


Sabtu, 07 Juni 2014

LOGIKA JARUM SUNTIK


LOGIKA JARUM SUNTIK
By, Prie GS


PUNCAK rasa sakit saat disuntik adalah ketika jarum belum jatuh. Ketika jarum benar-benar sudah menancap, mendadak rasa sakit itu seperti lenyap. ''Gitu do­ang,'' orang Betawi bilang.

Saya masih ingat betapa takutnya menghadapi jarum suntik saat saya kecil (dan saat saya sudah tua juga). Seluruh kegentaran berakumulasi baru mendengar akan dibawa ke mantri suntik. Dalam perjalanan, yang saat itu dalam keadaan sakit pun harus berjalan kaki ke rumah Pak Mantri di pusat kota kecamatan sana, hidup ini rasanya sudah tak berarti. Seluruh alasan agar acara suntik itu digagalkan sungguh sangat saya nanti.

Begitu sampai di rumah sekaligus tempat praktiknya, duduk di ruang tunggu dan menunggu Pak Mantri itu muncul, sungguh telah menghabiskan seluruh cadangan keberanian. Ketika Pak Mantri itu benar-benar muncul, yang ada tinggallah seonggok tubuh tanpa tulang-belulang. Lemas total. Saat digiring menuju ke dipan suntik, kesadaran saya seperti telah terbang.

Pak Mantri itu sebenarnya adalah pribadi ramah. Dan seingat saya, para mantri saat itu adalah orang-orang ramah. Benar-benar ramah dan baik hati dalam arti sesungguhnya. Mereka adalah pihak yang melayani panggilan dari rumah ke rumah dengan bayaran seikhlasnya. Tak semua pengundang adalah keluarga mampu. Dan rasanya saat itu, semua tetangga kami adalah orang-orang tak mampu seperti kami.

Saya masih ingat benar bagaimana bapak saya menyelipkan lipatan tipis kepada Pak Mantri yang langsung dilesakkan ke saku tanpa dirinci. Memang tak perlu dirinci karena jumlahnya pasti sedikit sekali. Walau jumlah yang sedikit itu telah besar bagi kami, karena uang adalah soal yang jarang singgah di keluarga kami.
Kembali ke soal jarum suntik tadi, setelah saya benar-benar disuntik, bakat sok gaya saya muncul lagi. Ternyata begitu saja rasanya. Saya langsung gagah di hadapan siapa saja. Lebay, begitu mungkin bahasa anak-anak saya kini. Saat ketakutan, saya lebay sekali, saat merasa berani juga lebay sekali. Lebay itu sendiri sudah terlalu, apalagi lebay sekali. Pasti sangat terlalu. Ringkasnya ialah, ada rasa takut, rasa cemas, bahkan derita yang bersumber bukan dari realitas, tetapi sekadar dari asumsi.

Begitu juga dengan memilih presiden. Seolah-olah kalau memilih presiden yang ini pasti benar, dan kalau yang itu pasti salah. Asumsi ini membuat seseorang bisa sangat mencintai pihak yang satu sambil sekaligus sangat membenci yang lain. Cinta dan benci itu sampai membuat kita kurang memercayai sistem yang dengan susah payah kita bangun bersama selama ini. Kegunaan sistem ialah, siapa pun pemimpinnya, hanya boleh berbeda logat, tapi tak boleh berbeda secara substansial. 

Jadi yang dicintai setengah mati dan dibenci setangah mati itu ternyata hanya soal logat, bukan soal substansial. Itulah bahaya logika jarum suntik. Karena takutnya, kita gagal mengedepankan fakta, bahwa betapapun tajam sebuah jarum suntik, ia toh akan jatuh di pantat, bukan di mata

Sumber: suaramerdeka.com


DOWNLOAD LOGIKA JARUM SUNTIK .MP3 ( 1 JAM )

Sumber : radio smart fm



Terimakasih atas kunjungan anda

Sabtu, 24 Mei 2014

DIRI SENDIRI ( talk show )

DIRI SENDIRI...


DOWNLOAD DIRI SENDIRI.MP3 ( 1JAM)


Cara download

Klik link di atas > akan masuk ke addfly > tunggu beberapa detik di pojok kanan atas > klik skip add  >  klik unduh


Terimakasih atas kunjungan anda 


Rabu, 14 Mei 2014

Klenmark Kekuasaan ( TALK SHOW )

Klenmark Kekuasaan

 By Prie GS
 Sumber , smartfm jakarta

Salah seorang walikota pernah mengeluh kepada saya tentang banyaknya rapat dan acara, sampai kehabisan waktu untuk bekerja.
Kalau keluhan itu benar, maka begitu pula keadaan gubernur dan presiden.
Itu baru kegiatan resmi, diluar kegiatan resmi akan banyak kegiatan yang menyita waktu.
Tidak resmi tapi penting. Jauh lebih penting dari persoala-persoalan resmi, mulai dari mengurus politik, kongsi politik, lobi politik, dan konflik politik.

Jika itu keadaan kekuasaan, lalu apa yang bisa diharapkan dari jabatan politik? Bisa saja wkatu untuk kekuasaan lebih dominan daripada untuk pembangunan. Belum lagi dengan paradoks demokrasi, misalnya seluruh kepala daerah adalah atasan PNS.
PNS harus nertal, tapi pemimpin mereka boleh sibuk kampanye. Bagaimana mungkin pihak yang tidak netral bisa menyuruh orang untuk netral.
Dalam kekuasaan sekarang, telah tersimpan bibit kepatuhan semu yang bisa berbuah menjadi kebangkangan.

Betapa terbatasnya waktu kekuasaan untuk bisa meninggalkan warisan berharga bagi publik, walau telah dipakai seluruh periode kekuasaannya. Apalagi kalau tidak sampai satu periode, atau setengah periode.
Undang-undang harus tanggap untuk mengamankan zona waktu itu, bahwa pejabat publik harus merampungkan seluruh periodenya sebagai kontrak politik.

Pindah jabatan hanya ingin niak kelas atau turun kelas sebelum rampung periodenya, harus dianggap sebagai pengingkaran konrak politik dan pengingkaran mandat publik. Ini bukan pelanggaran etika berpolitik saja, tapi juga pidana politiik.
Hanya cacat hukum dan faktor kesehatan yang bisa menghentikan kekuasaan di tengah jalan.
Menghentikan jabatan sesuka hati demi ambisi politik akan membuat jabatan kehilangan perlindungan.

Jika walikota ingin jadi gubernur, atau gubernur ingin jadi presiden, kalau gagal boleh kembali ke jabatan lamanya, maka jabatan hanya menjadi tempat iseng yang bisa didatangai kalau butuh, dan bisa ditinggalkan kalau tidak butuh lagi. Mandat publik itu soal keramat, bukan soal iseng.


Berikut adah beberapa pertanyaan yg akan di jawab oleh kang Prie ,


Pertanyaan:

1.

2.

3.

download mp3. ( 1 jam )


TUMBAL CINTA

Tumbal cinta


Tidak ada cinta dan kasih sayang gratis.
jangankan ko kasih sayang, makan siang saja tidak ada yg gratis. begitu kata pepatah.
Maka semakin mewah makan siang. makin mahal ongkosnya, itu pasti.
makin besar ksih sayang akan semakin besar bobot pengorbanannya.
suatu kali kami dapati kura2 kecil di rumah kami bergetak lesu........

Untuk selengkapnya silahkan download pada link di bawah


                    DOWNLOAD TUMBAL CINTA.MP3



TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Kamis, 08 Mei 2014

JATAH WAKTU ( talkshow )

Jatah waktu
By , prie gs


 Jika ukurannya cuma keinginan, semua yg kita inginkan harus segera terwujudkan. tetapi ingin itu ternyata bukan satu-satunya ukuran.
di dalam setiap kejadian memuat bermacam2 ukuran, selain ukuran keinginan ternyata juga ada ukuran kebutuhan. hanya dua ukuran ini saja sering mendatangkan kerumitan dalam hidup, karena bisa berbolak balik,berlalu lalang,bertali temali, sampai kedunya kadang sulit di bedakan.

 misalnya kandang burung yg pernah saya pesan ini, semula di janjikan hanya 2 minggu, setelah lewat waktu ternyata di garap pun belum, padahal selama 2 minggu itu tidak ada yang lebih saya tunggu kecuali ingin melihat kandang burung baru, begitu waktu yg saya tunggu itu makin tidak menentu, pikiran saya benar benar terganggu , gangguan di sektor manakah yg sedang terganggu? sektor keinginan. di sektor kebutuhan semuanya baik baik saja. tetapi pikiran yg terganggu itu, membuat saya benar2 gagal membedakan apakah yg sedang berlangsung ini gangguan keinginan atau gangguan kebutuhan, karena yg tampak semuanya adalah wajah kebutuhan saya.

maka hanya gara-gara kandang burung yg tak kunjung juga jadi,saya bisa uring2an setiap kali, saya menyangka ada dan tiadanya kandang burung itu berhak mngacaokan hidup saya. jelas sudah semua ini karena si kandang burung itu saya naikan peringkatnya dr kinginan menjadi kebutuhan. untung saja alam ini oleh tuhan di titipi watak seperti "watakNYA" yang penyayang itu. kemarahanya di tempatkan di bagian belakang , yg di kedepankan adalah kasih sayangnya. sebagai cermin dr kasih sayang tuhan. dalam bentuk apa?
dalam bermacam macam bentuk, salah satunya adalah dalam bentuk hukum penundaan. jelas keputusan pembuat kandang burung untuk menunda kandangnya itu, saya tidak peduli alasanya. adalah soal rumit untuk di diskusikan. di tingkat diskusi formal memang mudah, mungkin tukang itu malas, mungkin berhalangan, mungkin kurang minat karena ini proyek gurem, dan sterusnya, dan seterusnya .

sungguh sulit menentukan alasan manakah yg paling tepet, kita kehabisan waktu untuk menyelidiki soal ini, padahal soal yg jelas2 tak perlu di selidiki, yakni fakta bahwa kandang burung itu tertunda sudah begitu jelasnya. fakta berikutnya yg jelas saya baca ialah , karna kandang itu tertunda saya malah memiliki waktu yg cukup untuk menyadari dahwa yg sedang saya tunggu mati-matian itu hanya soal keinginan.
soal kandang burung, padahal jangankan cuma kandangnya , bahkan burungnyapun tak mengapa jika memang harus tidak ada. hidup saya tidak terpengaruh karenanya, jika kandang itu jadi tepat waktu kesadaran semacam ini tidak akan pernah ada .

jadi jika ada sesuatu yg tidak datang tepat waktu bisa jadi ia sedang memilih waktu, waktu yg tepat untuk menjelaskan kepada anda apakah ia keinginan atau kebutuhan. jika waktunya tepat, reaksi kita juga akan tepat bukan reaksi yg berlebihan yg bisa memperlakukan keinginan sebagai kebutuhan.


Berikut adalah beberapa pertanyaan yg akan di jawab oleh kang prie.

1.

2.

3.

4.

Penyiar : Nadia ardiwinata

Untuk lebih lengkap , silahkan download pada linkk berikut..

Download jatah waktu.mp3 ( 1 jam )


Terimakasih atas kunjungan anda




Rabu, 07 Mei 2014

BUKAN UJIAN NASIONAL ( TALK SHOW , DOWNLOAD MP3 )


BUKAN UJIAN NASIONAL

Ujian Nasional itu pelajaran biasa dengan pemberatan nama. Kekeliruan Ujian Nasional yang pertama ialah ketika ia disebut ujian dan ditambah nasional pula. Kata ujian saja sudah mendatangkan kecemasan, apalagi berskala nasional. Jadi ada kecemasan yang sengaja atau tidak disebarluaskan secara nasional. Itulah yang akhirnya menjadi ketegangan nasional. Tidak ada yang keliru dari ketegangan. Tapi ketika skalanya nasional menjadi menarik untuk ditanyakan, apa yang kita tegangkan secara nasional ini? Adakah soal ujian begitu penting sehingga butuh ditegangkan? Apakah ia bernama kelulusan? Lalu kenapa kalau lulus, dan kenapa kalau tidak lulus? Apakah kalau lulus itu kedahsyatan, dan kalau tidak kemalangan?

Betapa tinggi tingkat kelulusan di negeri ini, tapi betapa rendah tingkat produktifitas. Betapa tingkat kelulusan ternyata tidak sebanding dengan produktifitas. Lalu apa jadinya jika yang berlangsung adalah keadaan seperti ini? Banyak yang lulus sekolah, tapi banyak yang tidak lulus ujian hidup. Ada jenis ujian sekolah yang dtegangkan, tapi ternyata tidak banyak membantu untuk meluluskan ujian hidup. Jadi apa yang ditegangkan itu soal yang biasa-biasa saja, karena sumber ketegangan yang sebenarnya tidak disana.

Dalam sekolah juga ada mandat yang harus ditegangkan kalau gagal ditunaikan. Tapi mandat itu tidak sesederhana yang ditegangkan selama ini, yang cuma berupa ranking, nem, dan kelulusan. Mandat sekolah itu adalah ilmu. Dan kualitas ilmu terletak pada proses. Jadi mandat sekolah yang terutama adalah prosesnya menuju ilmu, bukan kelulusan. Tapi kini banyak indikasi ilmu mulai mengabaikan proses. Itulah jawaban atas pertanyaan, mengapa tingkat kelulusan tinggi, tapi tingkat produktifitas hidup rendah. Ijazah tidak selalu menjadi penanda seseorang cukup ilmu, tapi sekedar mengaku punya ilmu. Hebatnya lagi, untuk itu orang bisa membeli kunci jawaban atau mencari bocoran. Ilmu yang tidak dia kuasai tapi hanya diakui akhirnya menimbulkan aneka ironi. Banyak sekolah tapi mutu pendidikan rendah, banyak lowongan tapi banyak pengangguran, banyak penyembuh tapi banyak orang sakit. Keadaan ini yang lebih layak disebut ujinaj nasional. Secara nasional kita sungguh diuji oleh kesalahpahaman nasional dengan menegangkan persoalan yang di sana, padahal persoaanl mestinya ada di sini. (am)


Berikut adalah beberapa peertanyaan yg akasn di jawab oleh kang Prie gs


Yesi , penyiar
Pertanyaan: Kalau punya ilmu tanpa sebuah proses apa yg bakal terjadi?

Gatot, Jakarta
Pertanyaan:
Apa yang mas Prie lakukan apabila ada orang yg licik kepada kita?

Iyas , Palopo
Pertanyaan:
Bagaimana tanggapan mas prie tentang karma?

Pak jamali , Pontianak
Pertanyaan:
Kira kira bakat saya apa ya kalau di lihat dari nama saya?


Hanifah, Medan
Pertanyaan:
Berikan saya penjelasan, siapa yg menentukan hidup ini, saya sendiri , Tuhan atau takdir?

 Selanjutnya silahkan download pada link di bawah


Bukan ujisn nasional.mp3 ( talk show )




TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

http://cendutcosmetik.blogspot.com


Senin, 05 Mei 2014

KEMATIAN BERSAHUTAN ( TALK SHOW PRIE GS )




KEMATIAN BERSAHUTAN


Dari rumah saya biasa terdengar aneka load speaker , setidaknya dari 6 mesjid. Maka saat azan tiba, aneka load speaker serentak bersahutan. Saya sampai hapal dengan gaya masing-masing muazin. Muali dari yang merdu sampai yang fals, hingga yang bernada memelas dengan volume sangat keras. Saya belum mengerti bagaimana mesjid-mesjid itu memiliki gaya muazin yang yang variatif. Dugaan saya karena niat mulia, yakni peribadatan. Kalau hanya yang bersuara merdu saja yang bisa jadi muazin, bagaimana dengan bersuara fals? Karena fals dan merdu sama haknya di depan peribadatan. Hasilnya sungguh menarik. Itulah mengapa banyak yang bersuara fals tetap percaya diri untuk azan dengan lantang.

Selain fungsi ritual, mesjid di Indonesia, terutama yang setipe dengan di kampung saya, juga melayani fungsi sosial. Di luar azan, mesjid juga melayani berbagai kebutuhan, seperti memasang lagu-lagu kosidah untuk menyemangati kerja bakti warga. Kegiatan lain yang terbanyak adalah memberi pengumuman, mulai dari pengajian, senam aerobik, sampai berita kematian. Kadang pengumuman itu bisa bersahut-sahutan. Di sini baru selesai, di sana terdengar berita kematian. Mesjid makin melengkapi perannya sebagai sentra ibadaha, yakni pengingat tentang kematian.

Ini sungguh alarm penting bagi hidup yang akhirnya harus mati. Karena walaupun alarm yang mengingatkan tentang mati bertebaran, tapi mengingat mati tetaplah sebuah kesulitan. Kecenderungan manusia adalah lupa mati, kalau bisa malah menolak mati. Itulah mengapa hidup yang singkat ini masih dipakai untuk korupsi dan membakari hutan. Perut yang telah sesak cuma dengan sepiring nasi, banyak diisi dengan cara-cara yang dramataik. Menebas gunung, mengepras bukti, menguras laut dan tambang galian.

Itu semua menandakan kesalahpahaman terbesar dalam sejarah pengetahuan manusia. Pemahaman manusia modern pada pengetahuan terus mengalami kemajuan, tapi pemahaman pada kematian mengalami kemunduran. Indikasi sangat mudah, yakni ketika daftar kerusakan itu semakin meninggi. Itulah indikator paling ril. Gaya hidup merusak hanya dilakukan oleh pihak-pihak yang amat menggemari hidup yang tidak pasti ini, tapi sambil melupakan soal-soal yang pasti, yakni kematian. (am)


 Berikut adalah beberapa pertanyaan yg akan di jawab oleh mas prie GS

1. Iswan , jakarta
 Pertanyaan :
Apakah setiap masalah harus ada jawabannya....

2. hanifah ,medan
Pertanyaan :
Apa bedanya di tanya dg mempertanyakan?

3. Iswan, jakarta
Pertanyaan:
Kalau lagi galao apa yg mas Prie lakukan?

4.Iswan
 Pertanyaan:
Dalam tahap awal bagaimana kita melihat apakah Dia politikus atau negarawan ?

5...... Selanjutnya silahkan download pada link berikut...




 Download kematian bersahutan.mp3

 TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA


MAJIKAN KEBIASAAN ( TALK SHOW DOWNLOAD )


Majikan Kebiasaan
By Prie GS

karakter itu bukan cuma buah dari kebiasan. Lebih dari itu, karakter adalah buah iman. Sekedar kebisaan jauh dari cukup, apalagi jika itu kebiasaan buruk. Jangankan kebiasaan buruk, kebiasaan baikpun tidak cukup kalau tidak dibangun dengan orientasi nilai terbaik. Bangun pagi itu baik, tapi kalau niatnya cuma untuk melihat ibu-ibu senam pagi pasti bukan kebiasaan yang membuahkan nilai tinggi. Maka penting ditanyakan, apa yang sebenarnya kita imani. Apa yang kita capai saat ini adalah apa yang kita imani. Dalam bahasa sederhana, apa yang kita capai hari ini adalah hasil dari apa yang kita percayai. Rumah, mobil, karir, itulah pernyataan dari apa yang kita pikirkan. Pikiran tak pernah bohong. Apa yang kita pikirkan adalah apa yang kita kerjakan. Kita tidak bisa mengerjakan soal yang tidak kita pikirkan. Pikiran itulah majikan kebiasaan.

 Persoalannya, apa jadinya jika pikiran hanya terhenti pada masalah rumah, mobil dan karir? Maka seluruh energi hidup akan habis pada urusan itu. Itulah kenapa ada orang yang untuk menegaskan keberhasilannya merasa harus membangun rumah dimana-mana, sampai-sampai yang menempati hanya para pembantunya. Pikiran yang ada dibenak orang ini semata-mata salah paham. Rumah yang kelasnya alat dijadikan tujuan. Karena rnemang rumah mewah itulah tujuannya, maka disitulah ia mengumpulkan konsentrasinya. Ke manapun kakinya melangkah, hanya pada memiliki banyak rumah itulah tujuannya. Akhirnya kakinya dibiarkan melangkah ke mana saja, dan langkah terakhir cuma menuju ke KPK.

Wabah manusia modern bukan aneka penyakit dan terorisme, tapi materialisme. Itulah biang seluruh perang kepentingan di hari ini. Seluruh cerita sukses yang berkembang di hari ini adalah kecenderungan menuju sukses meteri saja. Maka tidak peduli betapa remuk sebuah keluarga, betapa bejat kelakuan, jika mewah mobilnya, lancar bisnisnya, itu ditemptkan lebih tinggi dari sukses keluarga. Harga suami, istri, dan anak lebih rendah daripada saham. Kedudukan uang yang tinggi tulah yang membuat harga diri menjadi rendah. Pada saat itulah apa saja bisa terjadi, bisnis sambil merusak ekologi, menjabat sambil korupsi, terkenal sambil tercemar. Di posisi sukses yang manakah sekarang kita berada?



 Berikut adalh beberapa oertanyaan yg akan di jawab oleh kang Prie GS

 1.

 2.

 3.

 4..... Silahkan dwnload selanjutnya..

Caranya klik link di bawah , kemudian anda akan masuk ke adf.ly, klik " lewati "pada pojok atas





 Majikan kebiasaan talk show.mp3 ( 25 mb )



 TERIMAKASIH ATASS KUNJUNGAN ANDA

ANAK PENYU , PRIE GS TALK SHOW ON SMARTFM ( download )


 ANAK PENYU
 Prie GS

Anak penyu adalah anak yang bisa jadi anak paling mandiri di dunia. Dia sudah ditinggal induknya sejak masih telur. Setelah menetas ia diperintahkan alam untuk mencari bapak dan ibunya di lautan. Cerita selanjutnya bagaimana anak penyu bertemu orangtuanya, biarlah dijelaskan para imuwan. Bagi orang awam seperti saya, cukup membayangkan pesan-pesannya saja. Bagi seorang dramawan, pencarian anak penyu itu adalah drama yang mengharukan. Sedangkan bagi seorang ilmuwan, pencairan itu science yang menakjubkan. Betapa lengkap instrumen alam semesta ini dalam menunjang mata rantai kehidupan. Jadi intinya bukan dengan cara apa seseorang dilahirkan dan siapa orangtua yang melahirkannya. Dengan cara apapun dan oleh siapapun dilahirkan, itu bukan faktor yang menentukan. Ada bayi yang sejak lahir sudah ada dalam kecukupan. Tapi dengan kecukupan itu justru kekurangan. Ia menyangka bahwa kehidupan hanya berisi kecukupan sampai lupa faktor kurang. Makanya yang serba cukup itu jadi sangat lemah di hadapan kurang. Syarafnya hanya mengenal rasa cukup, terhadap kurang ia jadi miskin pertahanan. Akibatnya jelas, hidup yang hanya ingin cukup itu yang mendatangkan bermacam-macam persoalan. Mulai dari ingin enak dengan cepat, ingin kaya dengan cepat, akhirnya malah masuk tahanan. Sebaliknya, ada anak yang lahir dalam serba kekurangan, dan diantaranya penuh hiaaan karena dicap sebagai anak haram. Tapi diantara anak haram itu ada yang kemudian malah dikenal sejarah sebagai seorang jenius, yaitu Leonardo Da Vinci, dan salah seorang humanis, teolog terbesar di masa renaisanc, Erasmus. Banyak anak yang dilahirkan sebagai anak penyu yang papa dan sendiri, tapi dengan gagah memasuki lautan kehidupan. Sementara banyak anak kucing yang lahri sebagai kucing rumahan yang hangat dan terawat, tapi malah jadi hewan yang mudah penyakitan. Tapi sesungguhnya persoalan utamanya bukan apakah seorang anak lahir lebih atau kurang. Tapi apakah yang kekurangan itu menjadi kelebihan, dan yang kelebihan itu menjadi modal untuk bertambah lebih. Intinya, kesanggupan memanfaatkan modal, tidak peduli apakah ia modal lebih atau modal kurang.



 Berikut adalah beberapa pertannyaan yg akan di jawab oleh kang Prie GS

 1.

 2.

 3.

 4. Silahkan download link di bawah........
 Caranya klik link, anda akan masuk ke adf.ly, kemudisan klik skip ada di pojok atas


 Download anak penyu.mp3 ( 24 mb )






 TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA





 
Free Website templatesFree Flash TemplatesFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates