Rabu, 07 Mei 2014

BUKAN UJIAN NASIONAL ( TALK SHOW , DOWNLOAD MP3 )


BUKAN UJIAN NASIONAL

Ujian Nasional itu pelajaran biasa dengan pemberatan nama. Kekeliruan Ujian Nasional yang pertama ialah ketika ia disebut ujian dan ditambah nasional pula. Kata ujian saja sudah mendatangkan kecemasan, apalagi berskala nasional. Jadi ada kecemasan yang sengaja atau tidak disebarluaskan secara nasional. Itulah yang akhirnya menjadi ketegangan nasional. Tidak ada yang keliru dari ketegangan. Tapi ketika skalanya nasional menjadi menarik untuk ditanyakan, apa yang kita tegangkan secara nasional ini? Adakah soal ujian begitu penting sehingga butuh ditegangkan? Apakah ia bernama kelulusan? Lalu kenapa kalau lulus, dan kenapa kalau tidak lulus? Apakah kalau lulus itu kedahsyatan, dan kalau tidak kemalangan?

Betapa tinggi tingkat kelulusan di negeri ini, tapi betapa rendah tingkat produktifitas. Betapa tingkat kelulusan ternyata tidak sebanding dengan produktifitas. Lalu apa jadinya jika yang berlangsung adalah keadaan seperti ini? Banyak yang lulus sekolah, tapi banyak yang tidak lulus ujian hidup. Ada jenis ujian sekolah yang dtegangkan, tapi ternyata tidak banyak membantu untuk meluluskan ujian hidup. Jadi apa yang ditegangkan itu soal yang biasa-biasa saja, karena sumber ketegangan yang sebenarnya tidak disana.

Dalam sekolah juga ada mandat yang harus ditegangkan kalau gagal ditunaikan. Tapi mandat itu tidak sesederhana yang ditegangkan selama ini, yang cuma berupa ranking, nem, dan kelulusan. Mandat sekolah itu adalah ilmu. Dan kualitas ilmu terletak pada proses. Jadi mandat sekolah yang terutama adalah prosesnya menuju ilmu, bukan kelulusan. Tapi kini banyak indikasi ilmu mulai mengabaikan proses. Itulah jawaban atas pertanyaan, mengapa tingkat kelulusan tinggi, tapi tingkat produktifitas hidup rendah. Ijazah tidak selalu menjadi penanda seseorang cukup ilmu, tapi sekedar mengaku punya ilmu. Hebatnya lagi, untuk itu orang bisa membeli kunci jawaban atau mencari bocoran. Ilmu yang tidak dia kuasai tapi hanya diakui akhirnya menimbulkan aneka ironi. Banyak sekolah tapi mutu pendidikan rendah, banyak lowongan tapi banyak pengangguran, banyak penyembuh tapi banyak orang sakit. Keadaan ini yang lebih layak disebut ujinaj nasional. Secara nasional kita sungguh diuji oleh kesalahpahaman nasional dengan menegangkan persoalan yang di sana, padahal persoaanl mestinya ada di sini. (am)


Berikut adalah beberapa peertanyaan yg akasn di jawab oleh kang Prie gs


Yesi , penyiar
Pertanyaan: Kalau punya ilmu tanpa sebuah proses apa yg bakal terjadi?

Gatot, Jakarta
Pertanyaan:
Apa yang mas Prie lakukan apabila ada orang yg licik kepada kita?

Iyas , Palopo
Pertanyaan:
Bagaimana tanggapan mas prie tentang karma?

Pak jamali , Pontianak
Pertanyaan:
Kira kira bakat saya apa ya kalau di lihat dari nama saya?


Hanifah, Medan
Pertanyaan:
Berikan saya penjelasan, siapa yg menentukan hidup ini, saya sendiri , Tuhan atau takdir?

 Selanjutnya silahkan download pada link di bawah


Bukan ujisn nasional.mp3 ( talk show )




TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

http://cendutcosmetik.blogspot.com


0 komentar:

Posting Komentar

 
Free Website templatesFree Flash TemplatesFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates