Kamis, 08 Mei 2014
JATAH WAKTU ( talkshow )
Jatah waktu
By , prie gs
Jika ukurannya cuma keinginan, semua yg kita inginkan harus segera terwujudkan. tetapi ingin itu ternyata bukan satu-satunya ukuran.
di dalam setiap kejadian memuat bermacam2 ukuran, selain ukuran keinginan ternyata juga ada ukuran kebutuhan. hanya dua ukuran ini saja sering mendatangkan kerumitan dalam hidup, karena bisa berbolak balik,berlalu lalang,bertali temali, sampai kedunya kadang sulit di bedakan.
misalnya kandang burung yg pernah saya pesan ini, semula di janjikan hanya 2 minggu, setelah lewat waktu ternyata di garap pun belum, padahal selama 2 minggu itu tidak ada yang lebih saya tunggu kecuali ingin melihat kandang burung baru, begitu waktu yg saya tunggu itu makin tidak menentu, pikiran saya benar benar terganggu , gangguan di sektor manakah yg sedang terganggu? sektor keinginan. di sektor kebutuhan semuanya baik baik saja. tetapi pikiran yg terganggu itu, membuat saya benar2 gagal membedakan apakah yg sedang berlangsung ini gangguan keinginan atau gangguan kebutuhan, karena yg tampak semuanya adalah wajah kebutuhan saya.
maka hanya gara-gara kandang burung yg tak kunjung juga jadi,saya bisa uring2an setiap kali, saya menyangka ada dan tiadanya kandang burung itu berhak mngacaokan hidup saya. jelas sudah semua ini karena si kandang burung itu saya naikan peringkatnya dr kinginan menjadi kebutuhan. untung saja alam ini oleh tuhan di titipi watak seperti "watakNYA" yang penyayang itu. kemarahanya di tempatkan di bagian belakang , yg di kedepankan adalah kasih sayangnya. sebagai cermin dr kasih sayang tuhan. dalam bentuk apa?
dalam bermacam macam bentuk, salah satunya adalah dalam bentuk hukum penundaan. jelas keputusan pembuat kandang burung untuk menunda kandangnya itu, saya tidak peduli alasanya. adalah soal rumit untuk di diskusikan. di tingkat diskusi formal memang mudah, mungkin tukang itu malas, mungkin berhalangan, mungkin kurang minat karena ini proyek gurem, dan sterusnya, dan seterusnya .
sungguh sulit menentukan alasan manakah yg paling tepet, kita kehabisan waktu untuk menyelidiki soal ini, padahal soal yg jelas2 tak perlu di selidiki, yakni fakta bahwa kandang burung itu tertunda sudah begitu jelasnya. fakta berikutnya yg jelas saya baca ialah , karna kandang itu tertunda saya malah memiliki waktu yg cukup untuk menyadari dahwa yg sedang saya tunggu mati-matian itu hanya soal keinginan.
soal kandang burung, padahal jangankan cuma kandangnya , bahkan burungnyapun tak mengapa jika memang harus tidak ada. hidup saya tidak terpengaruh karenanya, jika kandang itu jadi tepat waktu kesadaran semacam ini tidak akan pernah ada .
jadi jika ada sesuatu yg tidak datang tepat waktu bisa jadi ia sedang memilih waktu, waktu yg tepat untuk menjelaskan kepada anda apakah ia keinginan atau kebutuhan. jika waktunya tepat, reaksi kita juga akan tepat bukan reaksi yg berlebihan yg bisa memperlakukan keinginan sebagai kebutuhan.
Berikut adalah beberapa pertanyaan yg akan di jawab oleh kang prie.
1.
2.
3.
4.
Penyiar : Nadia ardiwinata
Untuk lebih lengkap , silahkan download pada linkk berikut..
Download jatah waktu.mp3 ( 1 jam )
Terimakasih atas kunjungan anda
By , prie gs
Jika ukurannya cuma keinginan, semua yg kita inginkan harus segera terwujudkan. tetapi ingin itu ternyata bukan satu-satunya ukuran.
di dalam setiap kejadian memuat bermacam2 ukuran, selain ukuran keinginan ternyata juga ada ukuran kebutuhan. hanya dua ukuran ini saja sering mendatangkan kerumitan dalam hidup, karena bisa berbolak balik,berlalu lalang,bertali temali, sampai kedunya kadang sulit di bedakan.
misalnya kandang burung yg pernah saya pesan ini, semula di janjikan hanya 2 minggu, setelah lewat waktu ternyata di garap pun belum, padahal selama 2 minggu itu tidak ada yang lebih saya tunggu kecuali ingin melihat kandang burung baru, begitu waktu yg saya tunggu itu makin tidak menentu, pikiran saya benar benar terganggu , gangguan di sektor manakah yg sedang terganggu? sektor keinginan. di sektor kebutuhan semuanya baik baik saja. tetapi pikiran yg terganggu itu, membuat saya benar2 gagal membedakan apakah yg sedang berlangsung ini gangguan keinginan atau gangguan kebutuhan, karena yg tampak semuanya adalah wajah kebutuhan saya.
maka hanya gara-gara kandang burung yg tak kunjung juga jadi,saya bisa uring2an setiap kali, saya menyangka ada dan tiadanya kandang burung itu berhak mngacaokan hidup saya. jelas sudah semua ini karena si kandang burung itu saya naikan peringkatnya dr kinginan menjadi kebutuhan. untung saja alam ini oleh tuhan di titipi watak seperti "watakNYA" yang penyayang itu. kemarahanya di tempatkan di bagian belakang , yg di kedepankan adalah kasih sayangnya. sebagai cermin dr kasih sayang tuhan. dalam bentuk apa?
dalam bermacam macam bentuk, salah satunya adalah dalam bentuk hukum penundaan. jelas keputusan pembuat kandang burung untuk menunda kandangnya itu, saya tidak peduli alasanya. adalah soal rumit untuk di diskusikan. di tingkat diskusi formal memang mudah, mungkin tukang itu malas, mungkin berhalangan, mungkin kurang minat karena ini proyek gurem, dan sterusnya, dan seterusnya .
sungguh sulit menentukan alasan manakah yg paling tepet, kita kehabisan waktu untuk menyelidiki soal ini, padahal soal yg jelas2 tak perlu di selidiki, yakni fakta bahwa kandang burung itu tertunda sudah begitu jelasnya. fakta berikutnya yg jelas saya baca ialah , karna kandang itu tertunda saya malah memiliki waktu yg cukup untuk menyadari dahwa yg sedang saya tunggu mati-matian itu hanya soal keinginan.
soal kandang burung, padahal jangankan cuma kandangnya , bahkan burungnyapun tak mengapa jika memang harus tidak ada. hidup saya tidak terpengaruh karenanya, jika kandang itu jadi tepat waktu kesadaran semacam ini tidak akan pernah ada .
jadi jika ada sesuatu yg tidak datang tepat waktu bisa jadi ia sedang memilih waktu, waktu yg tepat untuk menjelaskan kepada anda apakah ia keinginan atau kebutuhan. jika waktunya tepat, reaksi kita juga akan tepat bukan reaksi yg berlebihan yg bisa memperlakukan keinginan sebagai kebutuhan.
Berikut adalah beberapa pertanyaan yg akan di jawab oleh kang prie.
1.
2.
3.
4.
Penyiar : Nadia ardiwinata
Untuk lebih lengkap , silahkan download pada linkk berikut..
Download jatah waktu.mp3 ( 1 jam )
Terimakasih atas kunjungan anda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar